Pesona Crystal Bay di Desa Sakti

  • Dibaca: 525 Pengunjung

Crystal Bay demikian nama pantai yang ada di bagian barat daya Nusa Penida. Sebutan ini memang agak ke barat-baratan tetapi tidak berlebihan karena airnya jernih sebening kristal sehingga kita bisa melihat terumbu karang dan satwa laut dari permukaan air. Hamparan pantai dengan pasir putih sepanjang 1 kilometer yang dikelilingi perbukitan hijau dan gugusan atol kecil, membuat Crystal Bay menjadi primadona tujuan wisata.

Pantai Crystal Bay  berada di Teluk Penida, tepatnya di Banjar Penida, Desa Sakti. Jarak tempuh dari Pelabuhan Nusa Penida kurang lebih 15 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit. Dari arah pelabuhan, pengunjung mengambil jalur barat menuju Toya Pakeh, kemudian ikuti jalur menanjak arah Sebunibus. Selanjutnya, di pertigaan Sakti (red; pompa air PDAM), ambil jalur kanan melewati Banjar Sakti. Pengunjung hanya tinggal mengikuti jalan utama yang agak menurun dan terasa seperti berjalan di atas pohon kelapa. Sampai di pantai, pengunjung akan disambut deburan ombak yang menantang anda untuk bergumul dan hembusan angin pantai yang menyejukkan.

Keindahan pantai pun semakin terasa karena berada pada posisi menjorok ke daratan dengan sebuah pulau kecil di tengahnya. Dibagian kiri dan kanan pantai dibatasi oleh tanjung dari perbukitan yang membuat pantai ini terlindungi dari gempuran ombak. Pulau kecil yang berada di depan pantai dengan luasnya kurang dari 1 hektar menjadi pelindung alami dari terjangan ombak yang cukup ganas. Istimewanya lagi, di pulau kecil ini ada sebuah pura yang dibangun oleh masyarakat sekitar, mirip seperti Pura Tanah Lot. Di bagian selatan pantai juga terdapat Pura Sad Kahyangan yang bernama Pura Penida.

Pesona Pantai Penida semakin jelas terlihat ketika sore tiba dengan aurora keemasan. Senja hari seolah memberi nuansa keindahan tersendiri, dan ini biasanya menjadi incaran para fotografer yang ingin mengabadikan sunset di Crystal Bay. Para pengunjung, baik lokal maupun mancanegara mengabadikan dengan latar belakang sunset dan atol kecil berlubang yang memang sangat indah, tidak kalah dengan pantai-pantai di Bali daratan.

Crystal Bay menawarkan ketenangan dan kenyaman, jauh dari hingar-bingar dan kebisingan. Untuk melihat view secara utuh, pengunjung bisa naik bukit di sebelah barat dengan mengikuti ratusan anak tangga. Dari sini, kita bisa melihat secara sempurna, kelokan teluk dengan pasir putih yang berpadu hijaunya pohon kelapa. Gugusan atol dengan pura di puncaknya menambah indahnya pantai. Tepat di belakang atol, terlihat jelas Pulau Nusa Lembongan dan Ceningan yang hanya dipisahkan oleh selat sempit yaitu, Selat Ceningan.

Jika dilihat lebih jauh, ternyata daerah Pantai Penida menjadi supplier air bersih untuk masyarakat Nusa Penida dengan adanya beberap sumber mata air yang muncul. Mata air ini terlihat bergelembung dan ditampung dalam bendungan besar. Air inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum oleh PDAM. Jumlah titik kemunculan mencapai ratusan, air yang keluar mendorong pasir di atasnya sehingga tampak seperti ada kepiting yang menggorek-gorek pasir.

Secara kuantitatif, jumlah kunjungan di Crystal Bay mengalami tren peningkatan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh wisatawan, ada yang berjemur atau sekedar menikmati keindahannya. Sebagian lagi yang punya hobi memancing, bisa mencoba strike ikan karang. Beningnya air menjadi godaan tersendiri yang sayang untuk dilewatkan. Wisatawan lokal biasanya lebih tertarik untuk berenang karena arus pantai cukup kuat. Sementara wisatawan asing, sebagian besar melakukan snorkeling dan diving untuk menikmati pesona alam bawah laut. Mereka terkesima keindahan terumbu karang dan biota laut yang masih terjaga. Puluhan speed boat pengangkut wisatawan merapat ke pantai yang membawa rombongan penyelam. “Hampir setiap hari staf kami membawa wisatan untuk menyelam di Crystal Bay” ucap I Kadek Sekartana (22/5), yang merupakan diver di salah satu dive center di Lembongan.

Sebagai daerah tujuan wisata, pengelolaan Pantai Penida masih jauh dari kata layak, ini terlihat masih banyak sampah di sekitar pantai dan tidak ada penataan yang jelas. Terlihat ada dua buah tong sampah yang terbuat dari jaring bertuliskan FNPF, tapi karena belum ada petugas kebersihan yang rutin menyebabkan pantai ini masih perlu ditingkatkan kebersihan. Selain itu, arus air laut yang kuat di Pantai Crystal Bay menyebabkan beberapa penyelam hilang. Seharusnya ada semacam petugas pengaman pantai untuk memantau kegiatan wisatawan. Tercatat tempo lalu, bahwa Hendrik Kent Jensen (43), pengusaha bungalow asal Denmark dan wisatawan Jepang, Ai Tanaka (34) ditemukan tewas terseret arus Crystal Bay. Dari pantauan Nusa Penida Post (12/4), di sekitar pantai ada menara Balawista, tetapi tidak tampak petugas yang berjaga. Pantai ini sangat memerlukan pengelolaan dan pengawasan yang lebih baik sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung

  • Dibaca: 525 Pengunjung