Sejarah Desa

  • Dibaca: 685 Pengunjung

SEJARAH DESA SAKTI.

mengenai asal nama Sakti. Konon, karena penduduknya dahulu memang sakti. Katanya pula, karena merupakan keturunan Dalem Sakti. Dari cerita yang beredar, banyak legenda yang mampu menjelaskan asal-usul nama Sakti. Jika ditelaah berdasar Purana, maka didapat sebuah silsilah kerajaan yang memang berkaitan dengan asal Desa Sakti. Menurut purana tersebut, penduduk asli Desa Sakti berasal dari keturunan manik mas yang ditemui di Pura Yang Kibe, Gianyar. Manik Mas kala itu dipimpin oleh seorang pangeran yang dijulukan Ratu Sakti. Warga meyakini, untuk menghormati pangeran mas tersebut, maka warga asli Desa Sakti yang merupakan keturunan manik mas ini, menamakan desanya sebagai Desa Sakti. Bukti warga Desa Sakti sebagai keturunan Manik Mas didapat dari serangkain cerita yang menyebutkan bahwa dulunya ada keturunan Manik Mas yang melakukan nyibeb wangsa, atau disebut pula dengan menghapus jati diri. Tujuannya, untuk menghindar dari Sukawati dikarenkan sedang berperang. Dengan menghapus jati diri, Sukawati tidak akan mampu menyusuri keturunan Manik Mas. Ditambah keturunan tersebut jauh pergi ke Penida dan menetap di pulau ini. Akibat dari penghapusan jati diri ini, maka penduduk Desa Sakti membuat sebuah tempat persembahyangan yang disebut Pura Pedoman. Tempat suci tersebut dijadikan sebagai acuan untuk hidup di Penida. Kisah lainnya, penduduk Desa Sakti dahulu terkenal dengan kemampuannya. Penduduk yang tinggal di Desa Sakti memilki kekuatan-kekuatan yang luar biasa. Bahkan dikatakan pula bahwa seorang penduduk Desa Sakti mampu berdiri di dua pulau sekaligus, pulau Bali dan Sakti hanya dengan merentangkan kaki. Dari kekuatan yang dimiliki ini, maka keberanian dan kekuatan penduduk Sakti terkenal hingga ke Bali. Di Bali sendiri, setiap mengucapkan nama penduduk Sakti sudah menjadi hal yang menggemparkan. Julukan penduduk Sakti kemudian sering dijadikan oleh masyarakat Bali sebagai iming-iming pada anak dan keturunan agar berhenti menangis.

  • Dibaca: 685 Pengunjung